Article Glacial


  BASE CAMP
 - Home
 - Organisasi
 -
Artikel
 -
Gallery
 -
Langit Biru
 -
Millist
 -
Pesan Glaciers
 - Forum
 -
Surveys
 

 
  Millist Glacial

 
klik disini untuk kirim artikel

klik disini untuk daftar

klik di sini untuk unsubscribe

Web Millist

 
 Arsip Berita
May 2004
May 2009
June 2009

 
 User
 
 

 

 

 

 

 

 

 

  HOT News

Wednesday, June 03, 2009
detikcom : Bebaskan Prita di Facebook Tembus 10 Ribu Member

title : Bebaskan Prita di Facebook Tembus 10 Ribu Member summary : Obrolan tentang Prita Mulyasari yang ditahan di LP Wanita Tangerang karena tuduhan mencemarkan nama baik RS OMNI International kian hangat. Bahkan, grup pendukung Prita di jejaring sosial Facebook telah tembus 10 ribu member. (read more)
rado

Wednesday, May 27, 2009
World Ocean Conference

Sukses WOC atau World Ocean Conference di Manado pertengahan bulan Mei tahun 2009 diharapkan berujung pada komitmen pemimpin dunia untuk mengurangi laju pemanasan global atau gobal warming dengan lebih memperhatikan ekosistem laut. Diharapkan Pemerintahan di dunia mulai memikirkan untuk mengurangi emisi karbonnya dengan memanfaatkan biota laut seperti fitoplankton. Event yang akan menyusul di Manado adalah Sail Bunaken. Event ini diharapkan bukan hanya sekedar untuk mengembangkan pariwisata namun juga agar memperhatikan ekosistem laut bunaken yang perlu di jaga bersama
rado

Tuesday, May 04, 2004
Eidelweis

Anaphalis Javanica, nama lain dari tanaman tersebut, juga banyak ditemukan di sekitar Gunung Ciremai (Jabar), Gunung Slamet (Jateng), bahkan di gunung tertinggi di Pulau Jawa, yaitu Gunung Semeru, Jawa Timur. Hidup juga di sela-sela perkebunan teh. Pemandangan itu dapat dilihat di kawasan kaki Gunung Sindoro atau Sumbing, Jawa Tengah. Bukannya sengaja ditanam, tapi memang perkebunan yang telah merambah habitat alaminya.

Oleh pendaki gunung, tumbuhan yang ramai berbunga di bulan Juli-Agustus itu dapat dijadikan tanda alam. Biasanya untuk menentukan lokasi ketinggian di suatu tempat. Karena memang mulai bermunculan di menjelang ketinggian 2.000 meter dari bawah sana. Itu bisa saja memprediksi perjalanan yang mendekati puncak yang dituju. Pokoknya bila ketemu tumbuhan eidelweis di perbukitan, pasti tempatnya sudah tinggi.

rado

Merbabu Salah Satu Icon Glacial

Gunung bertipe strato ini berlokasi di kabupaten Magelang dan boyolali Jawa Tengah, dengan ketinggian 3142m dpl. Pendakian bisa dicapai dari desa Kopeng ,Selo, Deles, Wekas dll. Titik pendakian dari Selo merupakan juga titik pendakian untuk gunung Merapi. Gunung Merbabu merupakan gunung non aktif. Gunung akan terlihat jelas dari Kota Magelang.
Medan gunung ini terbuka dan berbukit-bukit dan juga pada awal pendakian kita banyak menemukan ladang-landang petani. Selama pendakain kita akan menemukan banyaknya pucak tipu, sebelum mencapai puncak Merbabu. (Salah satunya kita kasih nama Puncak Glacial) Kondisi gunung ini dimusim kemarau sangat kering, terkadang gunung ini terbakar dan sangat gersang, air juga susah untuk ditemukan, sebaiknya anda bertanya dahulu pada penduduk setempat, Klo bagi Glaciers pasti sudah tau waktu yang paling bagus untuk mendaki merbabu.
Jalur yang terdapat di gunung merbabu ini banyak percabangan jalan sehingga pendaki harus berhati-hati dalam menentukan jalur yang dilewatinya. Hutan gunung inipun telah banyak yang berubah fungsi menjadi ladang pertanian, hanya luasnya tidak seperti gunung Sundoro ataupun Sumbing, dan hanya beberapa punggungan saja yang merupakan ladang pertanian. Dari jalur kopeng, jalur trek nya dimulai dari lokasi perkemahan wanawisata Kopeng menuju Dusun Tekelan melewati perkebunan pinus, kebun sayuran, kebun tembakau rakyat, dan jalan desa yang bisa dilalui angkutan roda empat langsung menuju rumah kepala desa.
Lokasi mendirikan tenda yang baik (dari jalur kopeng) ada di camp II (Lempong Sampan), Camp III (Watu Gubug) dan Puncak I (antena), Bila menemukan jalur cabang dua, setelah melewati saluran air kecil (yang terkadang kering), maka sebaiknya mengikuti arah yang kanan. sebab arah kiri akan buntu di bak sumber air. Pipa saluran air yang terbentang mulai dari Dusun Tekelan sampai ke puncak (sumber mata air), dapat dijadikan pemandu jalur kearah puncak sampai pada jalur cabang dua tadi.
Disisi sebelah kiri jalur kearah puncak didominasi oleh medan jurang, sedangkan sebelah kanannya hutan tropis dan tumbuhan perdu/belukar. Dari Puncak I (Antena, 2800 m dpl), menuju puncak II (Syarif, 3142 m dpl), dan Puncak III (Kenteng Sango, 3224 m dpl), bisa ditempuh dalam waktu 1 - 2 jam. Akan tetapi, harus extra hati-hati ketika melewati punggung jurang Pundak Sapi dan Jembatan Setan pada jalur ke Puncak III. Dibawah Puncak I, tepatnya kearah jalur Puncak II, terdapat kawah yang sudah mati. Kadang-kadang disekitar kawah mati (lapangan pitik) itu terdapat sumber air yang bisa diminum. Disepanjang jalur hingga puncak tidak terdapat sumber air yang permanen ada, jadi sebaiknya bawalah bekal air yang cukup.

rado

Saturday, May 01, 2004
MEt Hari Bumi Yaacchh

Hari Bumi (Earth Day) pertama kali diproklamasikan oleh John McConnel (seorang profesor sekaligus aktivis lingkungan) tanggal 1 Maret 1970, setelah proposal tentang aktivitas penyadaran atas nasib buminya pada pemerintah daerah San Fransisco disetujui Pemda setempat.
Proposal McConnel ternyata menarik perhatian  PBB, hingga akhirnya diminta juga sebagai proposal penyelamatan bumi sedunia. U Thant (Sekjen PBB saat itu), sekaligus mengusulkan sebuah hari peringatan tahunan, yang dijadikan momen untuk semua umat manusia sedunia agar berpikir kembali entang nasib bumi. Tentu disertai berbagai aktivitas penyelamatan kondisi bumi yang makin memburuk, yang dilakukan secara serentak di seluruh dunia.
Niat U Thant tentu saja disambut gegap-gempita oleh McConnell. Sang Profesor langsung menawarkan tanggal 21 Maret sebagai Hari bumi tersebut. Langsung timbul pertanyaan dong, kenapa McConnell menawarkan tanggal tersebut, bukannya tanggal 1 Maret di mana dia pertama kali memproklamasikan Hari Bumi versinya?
Argumentasi McConnel ternyata didasari pada kenyataan ilmiah, bahwa untuk memikirkan nasib bumi, seharusnya ada pada hari pertama proses alam dalam bumi dimulai. Mcconnel mendasarkan analisanya pada peristiwa-peristiwa alam dari sejarah yang disepakati oleh umat manusia sedunia.
Terbukti bahwa di tanggal 21 Maret, berlangsungnya siang (saat matahari bersinar) dan malam (saat matahari terbit di sisi bumi lainnya) mempunyai durasi yang sama, 12 jam. Tanggal tersebut juga hari pertama dimulainya musim semi, musim yang dipercayai oleh banyak budaya sebagai awal dari kehidupan.
Dengan demikian jelas, mengapa McConnel menawarkan 21 Maret sebagai Hari Bumi.

Ide tanggal 21 Maret yang dilatarbelakangi oleh niat pelurusan kembali fakta sejarah tentang alam ini belakangan malah kembali "dibelokkan". Senasib dengan sistem penanggalan kuno (yang dari Maret jadi bergeser ke Januari itu), Hari Bumi pun belakangan malah sering dirayakan tanggal 22 April. Tidak terdeteksi kapan sebenarnya pembelokan ini terjadi, yang pasti orang-orang memang tahunya Hari Bumi itu dirayakan tanggal 22 April. Malah beberapa kalender yang diterbitkan lima tahun belakangan terang-terang memasang tanggal tersebut sebagai Hari Bumi.
 
www.earthsite.org diambil dari obor.or.id


rado


Pilih Arsip Artikel
May 2004
May 2009
June 2009
                                                                                                webmaster | kembali ke atas   
 Right Now

 
  Save The Planet


 
  Nature Links
 

 

 

 

 
 Other Links
 - Mapala UI
 -
Wanadri
 -
Mapala Unibraw
 

 

Founded on June 2003

gladiool pencinta alam webpage
 
http://glacialweb.blogspot.com copyright © 2004
 is design by rado mcafree